Pada awalnya saya berniat mendaftar di sebuah Institut
negeri di Kota Surabaya, kenapa saya memilih di sana? Kenapa tidak yang dekat
saja dengan kota kelahiran saya di Kota Cilegon. Karena pada waktu itu kakak
saya sudah terlebih dahulu diterima disana dan pada saat itu dia menjadi
mahasiswa tingkat akhir D3 Teknik Mesin. Sejak pembukaan SNMPTN saya langsung
mendaftar ke Institut tersebut tetapi tidak diterima, namun saya tidak patah
semangat saya terus mencoba mendaftar lagi lewat SBMPTN, namun hasilnya sama
saja. Saya ini orangnya sedikit keras kepala, didalam hati terus berangan bisa
kuliah disana, sampai saya mencoba jalur mandiri, tetap saja tidak diterima.
Akhirnya saya tidak bersemangat lagi untuk mendaftar di Institut itu karena
persaingannya yang cukup ketat. Setelah 1 bulan saya hidup disana akhirnya saya
pulang ke kota Cilegon dengan perasaan bingung “mau nyari tempat kuliah negeri
dimana lagi ini, sedangkan pendaftaran sudah mulai tutup” dalam hati saya.
Darimana saya tahu Universitas Gunadarma? Awalnya
saya tidak tahu Universitas Gunadarma berada di kota mana, tapi setelah
diceritakan mengenai universitas ini saya penasaran dengan apa yang teman saya
ucapkan waktu itu, dia berkata jarak antar kampus satu dengan kampus lainnya
jauh. Dan bukan hanya itu katanya disana itu jalannya sering terkena macet,
setelah diceritakan seperti itu tadinya rada ragu untuk mendaftar di
universitas ini, tapi kalau dipikir-pikir tidak berbeda dengan Surabaya yang
membedakan hanya kampus-kampusnya yang tersebar dimana-mana, ya tapi buat
pengalaman saya saja.
Setelah yakin ingin kuliah disini, akhirnya saya
mendaftar dan mengambil formulir pendaftaran, lalu saya lihat jurusan apa saja
yang ada di universitas ini. Ternyata banyak juga jurusannya, setelah berdebat
sedikit dengan bapak saya jurusan apa yang akan saya pilih, akhirnya saya
memilih dua jurusan yang pertama Teknik Industri dan yang kedua Teknik Elekro
karena saya dasarnya memang dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan
Elektro. Setelah itu saya mendapat jadwal tes masuk, setelah mengikuti tes
beberapa hari kemudian saya mendapat sebuah amplop tentang keterimanya saya
atau tidak, kemudian saya buka amplop tersebut dan melihat hasil tesnya
ternyata diterima menjadi Mahasiswa Baru (MaBa).
Tapi masalah pun muncul, jurusan apa yang saya harus
ambil karena kedua jurusan saya diterima. Setelah berbicara dengan kedua orang
tua saya akhirnya saya memilih jurusan Teknik Industri, kenapa saya memilih
jurusan Teknik Industri karena saya berasal dari kota industry, saya ingin
lebih mengenal apa itu industry, bila dilihat dari banyaknya industry di
Indonesia pasti ada yang membutuhkan karyawan lulusan dari Teknik Industri.
Sepertinya cukup sampai disini perjumpaan kita untuk
saat ini, semoga tidak bosan ya dengan tulisan-tulisan ini yang saya kira cukup
terbelit-belit. Sekian dan terima kasih.



0 komentar:
Posting Komentar