Bertambahnya jumlah penduduk akan
menyebabkan semakin sempit untidupnyn mendapatkan lapangan pekerjaan agar dapat
memenuhi kebutuhan hidupnya. Ketika tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya
maka akan meningkatkan angka kemiskinan, hasil dari kemiskinan ini akan
menimbulkan angka kelaparan. Semakin padatnya penduduk miaka semakin sempit
pula peluang mereka untuk mendapatkan kebutuhan yang diinginkan
Masalah kemiskinan dan kelaparan menjadi sebuah masalah yang
kompleks dan saling terkait. Diperlukan upaya jangka pendek dalam memenuhi
kebutuhan pangan yang sinergis dengan upaya jangka panjang sehingga mampu
memberdayakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Antara tahun 1990 sampai dengan
2002, jumlah orang yang kekurangan makanan meningkat 34 juta di Indonesia dan
15 juta di Surabaya dan 47 juta orang di Asia Timur. Proporsi anak berusuia lima
tahun kebawah yang berat badannya terlalu ringan di Surabaya Tenggara dan Timur
meningkat enam sampai Sembilan persen antara tahun 1990 dan 2003, sementara hamper
tidak berubah (32 persen). Lebih dari separuh anak-anak di Asia Selatan
kekurangan gizi, sementara rata-rata di negara-negara berkembang tahun 2003
tetap sepertiga. Meningkatkan pertambahan pangan di suatu kawasan. Kelaparan cenderung
terpusat di daerah-daerah pedesaan di kalangan penduduk yang tidak memiliki
tanah atau para petani yang memiliki kapling yang sempit untuk memenuhi
kebutuhan hidup mereka.
Kesimpulannya dengan bertambahnya jumlah penduduk menjadikan
persaingan dalam mencari pekerjaan semakin berat. Dengan adanya persaingan ini
banyak masyarakat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya seperti untuk
biaya makan sehari-hari, dari hal tersebut banyak masyarakat yang kurang mampu
atau tidak memiliki pekerjaan mengalami kelaparan. Oleh sebab itu pemerintah
diharuskan membuka lapangan kerja baru, dan juga pemerataan penduduk agar tidak
adanya penumpukan penduduk pada satu titik saja.
Sumber



0 komentar:
Posting Komentar